Bukan Puisi :
Seandainya semua bisa terulang kembali
Waktu pertama kali kita sehati
Saat kau bilang hanya aku yang kau cintai
Saat kau belai rambutku perhelai
Saat kau sentuh jemariku dan aku terbuai
Manis sekali..
Hampir aku tidak tahu rasanya pahit
Tapi saat aku sedang memikirkanmu
Telepon genggamku muncul namamu
Aku fikir kau rindu padaku
Ternyata kau memutuskan hubungan saat itu
Seketika itu juga aku tahu rasanya sakit
Rasanya seperti tenggelam dalam kopi pahit
Tuhan.. aku tak rela cintaku berakhir
Tunjukan padaku bahwa ini hanya lelucon kejutan
Tapi aku tahu ini bukan ulang tahunku atau sesuatu hal yang
bisa dirayakan
Aku berharap kau sedang bernyanyi disana
Dan aku manari dengan syairnya
Tapi apa kau merasa disana?
Segala hal yang berkecamuk dalam hatiku yang merana
Tuhan.. aku benar benar menetas
Aku tidak dalam cangkang kebahagiaanku lagi
Rasanya seperti kehilangan separuh nafas
Sesak sekali..
Sayangnya kamu tidak merasakan hal yang aku rasa
Mungkin sekarang kamu sibuk memeluk yang kamu cinta
Tapi aku malah menangisi hubungan lalu
Padahal tak sedikitpun kau mengingat tentang itu
Padahal aku sadar
Cinta yang dulu terjalin kini sudah berakhir
Tapi kenapa tidak ada ucapan terakhir?
Sejenak menatap mataku dulu
Atau sejenak merasakan air mata karna menangisimu
Agar kamu tahu
Karna aku terbiasa denganmu dulu disetiap waktu
Tertanda: Sirli aprilia candra kirana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar